Tuesday, July 3, 2012

PROPOLIS-PROSMART


PROPOLIS-PROSMART
Meretas Jejak Propolis
Suatu ketika, seorang pebudidaya madu menemukan sebuah sarang lebah yang tak lazim. Dilihat dari ukurannya, sarang lebah ini terlalu berat. Ia pun kemudian menduga volume madu dalam sarang itu mungkin saja sangat banyak. Namun ternyata diagnosis awalnya itu salah.
Ketika sarang itu dibedah, bukan madu dalam jumlah besar yang ditemukannya, melainkan seonggok bangkai tikus. Sang pebudidaya itu tak habis pikir. Bagaimana mungkin seekor tikus dapat masuk ke sarang yang memiliki pintu masuk yang kecil? Tak hanya itu, ia juga tak mampu menemukan jawaban logis mengapa tikus yang telah lama mati itu tak membusuk di dalam sarang?
Untuk menjawab rasa penasarannya, pebudidaya itu membawa temuannya ke sebuah laboratorium. Di sana, jenasah tikus itu dianalisis. Hasilnya ditemukan jawaban mengapa binatang pengerat itu mati, namun tidak membusuk.
Bangkai kepala tikus yang tak membusuk karena di balus Propolis (Simone-Fin_rstrom dan Maria Spivak, 2010)
 
Ternyata setelah tikus itu masuk ke sarang lebah, para lebah berusaha melumpuhkannya dengan cairan propolis sampai akhirnya binatang malang itu mati. Jenasah tikus itu kemudian dilumuri oleh propolis agar tak membusuk, menjadi sarang bakteri, dan menyebarkan virus di dalam sarang lebah. Setelah sekian lama sampai akhirnya ditemukan si pebubidaya, cairan propolis itu ternyata tetap membaluri bangkai binatang pengerat itu.
Beberapa penelitian (Hoyt, 1965 ; Johnson dkk., 1994, dan Garedew dkk. 2004) mendukung hasil analisis laboratorium di atas. Tak hanya tikus, berbagai parasit, binatang kecil, dan benda asing lainnya yang berhasil masuk ke sarang lebah juga bernasib sama.
Campuran Ramuan Pengawet Mayat
Sebenarnya kemampuan propolis untuk mengawetkan mahluk hidup yang telah mati bukan pengetahuan baru bagi manusia. Setidaknya lebih dari 3.000 tahun yang lalu manusia-manusia yang hidup pada zaman Mesir kuno telah menggunakan propolis dalam proses pembalseman atau pengawetan mayat (mumifikasi).
Bangsa Mesir kuno percaya terdapat kehidupan setelah mati. Oleh karena itu mereka berasumsi tubuh orang-orang yang telah meninggal harus tetap utuh agar dapat mengarungi kehidupan di alam gaib. Walhasil, bangsa yang pertama memanfaatkan lebah ini pun mengawetkan mayat orang-orang yang telah berpulang?terutama bagi para raja (firaun) dan keluarganya.
Proses pembalseman itu sendiri menggunakan ramuan yang terdiri beragam unsur. Sarang lebah termasuk salah unsur yang digunakan. Selain madu dan lilin, propolis juga dipakai sebagai bahan campuran ramuan itu.
Proses Mumifikasi (http://bumptiousq.hubpages.com)

Fungsi propolis dalam proses mumifikasi itu untuk melindungi tubuh orang yang meninggal dari mikroba, parasit, dan bakteri. Itulah sebabnya tubuh orang yang telah dibaluri ramuan khusus yang mengadung propolis itu tak hancur walaupun telah berumur ribuan tahun.
Cairan Lebah Serbaguna
Di luar itu, masyarakat tempo dulu juga telah mengeksplorasi manfaat propolis untuk berbagai keperluan. Selain sebagai bahan campuran ramuan dalam proses mumifikasi, bangsa Mesir kuno juga menggunakan propolis sebagai lem. Sementara itu, masyarakat Yunani kuno mencampur propolis dengan olibanum styrax dan ramuan aromatik tertentu untuk menghasilkan parfum istimewa bernama polyanthus.
Walaupun memiliki beragam manfaat, istilah propolis hampir selalu identik dengan ranah kesehatan. Keterakitan erat ini bukan tanpa alasan. Jauh sebelum umat manusia menggunakan propolis, para lebah telah memanfaatkan cairan ini untuk melindungi sarangnya ? mencegah, bahkan membunuh virus, bakteri, dan benda-benda asing lainnya.
Manusia yang lebih belakangan memanfaatkan cairan yang dihasilkan oleh lebah ini kemudian menamakannya propolis. Istilah ini berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu pro (di depan) dan polis (kota). Gabungan kedua kata ini dapat diartikan sebagai pertahanan kota?sarang lebah.
Dalam legenda Romawi kuno juga disinggung ihwal propolis. Dalam sebuah mitologi dikisahkan mahadewa Jupiter mengubah dewi Melissa menjadi lebah agar dapat memproduksi zat ajaib yang mampu menyebuhkan penyakit. Zat inilah yang kemudian disebut propolis. Dalam bahasa Romawi kuno sendiri , propolis berasal dari kata propolire yang berarti mantel.
Propolis dan Kesehatan
Masyarakat yang hidup dalam berbagai peradaban kuno tercatat telah menggunakan propolis untuk mengatasi berbagai problem kesehatan. Orang-orang Mesir, Yunani, dan Romawi kuno telah mengunakan cairan ini untuk memulihkan kesehatan dan menyembuhkan luka pada kulit.
Di luar itu, masyarakat Yunani kuno menggunakan propolis yang memiliki sifat anti-mikroba. Orang-orang Romawi kuno menggunakan propolis untuk menyembuhkan infeksi berbagai penyakit penyakit, sementara masyarakat Cina kuno memanfaatkannya sebagai obat sakit gigi dan membunuh bakteri penyakit.
Namun dari sekian banyak peradaban kuno yang memanfaatkan propolis, harus diakui masyarakat Yunani dan Romawi kuno yang berhasil mengeksplorasi manfaat cairan ini untuk kepentingan kesehatan. Pasalnya, Tak kurang dari penulis kedua peradaban ini memaparkan proses pembuatan dan pengaplikasian propolis yang kerap dideskripsikan sebagai produk alami lebah ketiga, di samping madu dan lilin lebah.
Bapak obat moderen, Hippocrates (460-377 SM) telah mendeteksi berbagai unsur penyembuh dalam cairan propolis. Ia menyebut cairan ini mampu menyembuhkan luka dan borok, baik dari luar maupun dalam tubuh.
Filsuf Aristotles (384 – 322 SM) juga menyinggung khasiat propolis dalam bukunya yang terkenal berjudul Historia Animalium(Sejarah Hewan). Dalam buku itu, Aristotles menyebut propolis sebagai “ obat untuk infeksi kulit dan luka borok.
 
Memasuki abad pertama masehi, Discorides, memperikarakan propolis bersumber dari styrax : air liur lebah berawrna kuning beraroma manis. Sifat cairan ini lembut dan mudah menyebar setelah dikumpulkan dari berbagai damar yang wangi. Styrax bersuhu hangat, atraktif, dan baik untuk menarik duri atau serpihan lain yang menancap pada kulit. Dan bila diubah menjadi asap/uap dapat mengobati batuk dan menyembuhkan penyakit kulit.

Gaius Plinius Secundus (Pliny) (http://thaumazein-albert.blogspot.com)
Sementara itu, ilmuan Romawi kuno, Pliny (23-79 M) berhasil mempelajari dan memahami lebih detail ihwal sarang lebah. Ia juga berhasil mempelajari dan mengeksplorasi manfaat dari propolis. Menurut sang ilmuan, propolis berasal dari berbagai pucuk pohon, seperti beringin, poplar, elm, dan gelagah.
Lebih lanjut, Pliny memaparkan ekstrak cairan itu dapat menyembuhkan kulit yang tertancam benda asing, bengkak, pengerasan kulit, meredakan nyeri otot, dan menyembuhkan luka luar. Di luar itu, ilmuan asal Romawi itu membagi propolis menjadi tiga kategori sesuai fungsinya. Selain propolis itu sendiri, Pliny menyebut istilah commosis yang berguna sebagai desinfektan dan Pissoceros yang berguna untuk memperkuat pertahanan tubuh. (Bersambung...) (TvA)

Mengenal Propolis Hijau
Sampai sekarang hutan hujan tropis Brazil yang lebat tetap diakui sebagai salah satu paru-paru dunia. Beragam flora dan fauna yang hidup di dalamnya sejak lama telah memberi manfaat bagi umat manusia. Salah satunya adalah bahan baku Propolis Hijau ? yang menurut banyak peneliti memiliki kualitas terbaik. Tak heran bila Brazil sampai sekarang menjadi pemasok bahan baku Propolis terbesar di dunia
Predikat terbaik yang disematkan pada Propolis Hijau bukan tanpa alasan. Bahan baku Propolis khas negeri Samba ini berasal dari sejenis pohon eucalyptusbernama Baccharis dracunculifolia yang hanya dapat tumbuh di iklim tropis dan vegetasi khas Brazil.

Hutan Hujan Tropis Brazil (Desfirawita, 2009)
Dari pohon inilah, unsur Bioflavonoid dan Artepillin C dikumpulkan oleh lebahAfricanized dan kemudian diolah menjadi Propolis untuk melindungi sarangnya. Kedua unsur yang berasal pohon Baccharis dracunculifolia ini pula yang membuat Propolis Hijau tak hanya berpredikat istimewa dan terbaik, tetapi juga produk herbal alami paling efisien yang pernah ditemukan dalam peradaban manusia.
Pohon Baccharis dracunculifolia dan Lebah Africanized
Penduduk lokal lebih sering menyebutnya pohon Alecrim do campo. Rata-rata pohon Baccharis dracunculifolia memiliki tinggi 2-3 meter dan sebagian besar tersebar di bagian selatan dan tenggara Brazil, terutama di wilayah Sao Paulo dan Minas Gerais. Di kedua daerah itu, pohon Alecrim do campo kerap dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk kepentingan pertanian dan kesehatan.

Pohon Baccharis dracunculifolia ( Liana John, 2011)
Sejak lama, penduduk lokal memanfaatkan pohon Baccharis dracunculifolia sebagai obat tradisional, terutama untuk menyembuhkan bisul dan radang. Tak hanya itu, Menezez (2005) menyebut ekstrak pohon yang satu ini dapat menurunkan demam, menyembuhkan sakit perut, dan memulihkan stamina tubuh. Bahkan penelitian mutakhir menyebut, unsur yang terkandung dalam pohon Alecrim do campo dapat melawan sel-sel leukimia yang mengerogoti sel-sel darah merah.
Selain itu, peran lebah Africanized pun tak boleh diabaikan dalam proses produksi Propolis Hijau. Termasuk spesies lebah madu Western ( Apis mellifera) , sejatinya lebah Africanized berdarah campuran antara lebah Afrika ( A.m. scutellata) dari Tanzania dengan varian lebah Eropa, seperti lebah Italia ( A.m. ligustica ) dan lebah Iberia ( A.m. iberiensis).

Lebah Africanized (BRSR, 2012)
Darah campuran yang mengalir dalam tubuh lebah Africanized membuat spesies ini lebih agresif bila dibandingkan dengan varian-varian lebah Eropa lainnya. Bahkan begitu agresifnya, lebah yang satu itu kerap disebut lebah pembunuh ( bee killer ). Predikat “sangar” ini diberikan karena lebah Africanized yang berkoloni dalam jumlah kecil ini sering menyerang dan mengambilalih sarang lebah lain setelah membunuh sang ratu lebah.
Lebah Africanized tersebar di wilayah Afrika sampai selat Gibraltar yang merupakan perbatasan benua Eropa-Asia (Eurasia). Lalu bagaimana bisa lebah ini sampai ke Brazil ? Ternyata lebah ini dibawa dan dilepaskan pada 1957 oleh pebudidaya lebah ke negeri Samba pada 1957 di dekat wilayah Rio Claro, Sao Paulo.
Proses pelepasan ini dilakukan dari sarang lebah Africanized yang dikontrol langsung oleh ahli Biologi, Warwick E. Kerr. Kala itu, ahli Biologi asal Brazil ini sedang berupaya untuk menyilangkan lebah madu Eropa dengan Afrika Selatan. Tujuannya agar lebah itu mampu memproduksi madu lebih banyak dan dapat beradaptasi dengan iklim tropis Brazil.
Komposisi dan Manfaat Propolis Hijau
Berasal dari Bahasa Latin, flavius yang berarti kuning Flavonoid ( Bioflavonoid ) merupakan sejenis pigmen yang memproduksi warna kuning, merah, atau biru pada bunga tanaman untuk menarik hewan-hewan yang membantu proses penyerbukan.

Flavonoid ( Leonid Andronov, 2012)
Sebaliknya, senyawa ini juga berfungsi sebagai pelindung tanaman dari serangan hama dan predator. Selain itu, pada pohon-pohon yang menjulang tinggi, seperti Baccharis dracunculifolia, Flavonoidberfungsi sebagai penyaring sinar ultra violet, membantu proses pengikatan nitrogen, dan pemberi warna.
Tak hanya bermanfaat bagi tumbuhan,Flavonoid juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Antara pertengahan 1930 sampai awal 1950, senyawa ini kerap disebut vitamin K.
Belakangan istilah yang terakhir disebut tidak lagi digunakan. Pasalnya, Flavonoidmemiliki khasiat yang jauh lebih beragam dari Vitamin K, seperti anti virus, alergi, radang, tumor, oksidan. Selain itu, senyawa ini juga berfungsi melindungi struktur sel-sel tubuh , menyokong kerja Vitamin C, dan bersifat antibiotik.
Oleh karena khasiat, fungsi, dan sifatnya itu, Flavonoid juga memiliki kemampuan untuk mencegah dan mengobati berbagai penyaktit. Mulai dari penyakit ringan? seperti alergi, encok, radang kulit, ambeyen, perut, migrain, varises?sampai penyakit berat macam asthma, diabetes dan katarak.

Artepillin C (Ikuo Nakanishi dkk., 2003)
Kandungan penting lain dalam Propolis Hijau yang tak boleh dilupakan adalah Artepillin C. Seperti Flavonoid, molekul ini juga bersumber dari pohon Baccharis dracunculifolia. Kadar Artepillin C dalam Propolis Hijau berkisar antara 6-8 %.
Serupa dengan Flavonoid , Artepillin C juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti anti bakteri, virus, dan jamur. Selain itu, manfaat Arteppilin C yang paling krusial dan eksklusif kemampuan molekul ini untuk menyembuhkan kanker dan tumor ganas.

Propolis Hijau (www.apisgreen.com)
Propolis telah diakui secara luas ampuh untuk menjaga kesehatan dan menyembuhkan beragam penyakit. Namun dari sekian banyak varian yang ada, Propolis Hijau dianggap sebagai produk terbaik. Kandungan Flavonoid dan Artepillin C inilah yang membuat Propolis Hijau istimewa, terbaik, dan memiliki lebih banyak manfaat dibandingkan varian-varian Propolis yang ada.

aleri proSMART
Hampir empat bulan Propolis Prosmart berjalan. Tak terasa memang. Dalam kurun waktu yang terbilang seumur jagung itu, jumlah anggota ( member) terus bertambah. Jaringan pun semakin membesar seiring dengan meluasnya jangkauan Propolis Prosmart ke berbagai kota di Indonesia.

Foto Launching ProSMART
Selama rentang waktu itu juga, beragam acara yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia telah dilaksanakan. Sebut saja Core Activity Training (CAT), Seminar Etos Prosmart, dan Netpreneurship. Hampir semua acara itu terdokumentasi dengan baik. Foto-foto, misalnya dapat dilihat diwww.prosmart.co.id . Sementara, video kegiatan Prosmart pun dapat disaksikan di laman Youtube.
Namun ruang yang tersedia, baik di website Prosmart maupun Youtube sangat terbatas. Walhasil dengan terpaksa hanya foto-foto terpilihlah yang disajikan dan video dokumentasi terpaksa dipotong. Singkat kata, dokumentasi yang terpublikasi sangat terbatas bila dibandingkan dengan data dokumentasi digital sebesar 50 gigabyte (5.000 megabyte) yang mencakup ribuan foto dan puluhan video.

Seminar etos ProSMART
Untuk itulah Media Officer Prosmart berinisiatif untuk membuat akun facebook betajuk Galeri Prosmart . Akun ini akan menjadi ruang yang lebih luas untuk menyajikan berbagai produk dokumentasi. Tak hanya dokumentasi acara-acara besar yang dapat disajikan, tetapi juga kegiatan-kegiatan kecil, termasuk rutinitas keseharian para anggota Prosmart. Akun Galeri Prosmart juga membuka ruang yang seluas-luasnya bagi para anggota di daerah yang selama ini hampir tak terjangkau oleh Media Officer Prosmart.

Mitra Dago
Redaksi Galeri Prosmart mengundang para anggota yang memiliki foto, video, tulisan, ataupun produk dokumentasi lainnya untuk mempublikasikannya ke khalayak Prosmart. Caranya, dapat menautkannya pelbagai produk dokumentasi ke akun facebook Galeri Prosmart maupun mengirimkannya via surat elektronik (email ) dengan alamat galeriprosmart@gmail.com .
Di masa mendatang Galeri Prosmart diproyeksikan menjadi pusat dokumentasi foto, video, tulisan, ataupun produk dokumentasi lainnya bagi para anggota Prosmart. Tentu, Galeri Prosmart tak sekadar menjadi album kenangan saja, tetapi merekam jejak perjalanan Propolis Prosmart dan para anggotanya menuju masa depan gemilang.


Seminar Netpreneur
Sabtu (05 Mei 2012), Prosmart mengadakan Seminar Netpreneur yang dipandu oleh Albertus Mezak Acara yang berlangsung di lantai dua Lucky Square ini dihadiri 63 peserta. Seminar ini bertujuan untuk memperkenal visi wirausaha berjaringan ( netpreneurship) kepada para anggota ataupun calon anggota Propolis Prosmart.
 
Albertus Mezak menyebut akronim “KASIH”, yang berarti pengetahuan
( knowledge ), sikap ( attitude), kemampuan ( skills), integritas ( integrity) , dan kebiasaan ( habit) sebagai variabel-variabel kesuksesan.
 
Acara yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 17.00 ini membahas empat hal utama. Mulai dari mengapa netpreneur , team building, karakter netpreneur , sampai menjadi orang kaya sejati.
 
Dalam acara itu, seluruh peserta yang hadir diminta untuk mengangkat kedua belah tangan mereka setinggi-tingginya.
 
Panitia Seminar Netpreneurship berpose sejenak di tengah-tengah acara yang sedang berlangsung.
 
Para peserta berelaksasi sejenak agar kembali segar untuk mengikuti Seminar Netpreneurship yang berdurasi sekitar tujuh jam itu.
 
Agar para peserta tak jenuh, acara ini pun permainan membidik sasaran dengan mata tertutup.
 
Para peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
 
Di akhir acara, para peserta diminta untuk saling bergandengan tangan sambil menyanyikan lagu Kita Semua Sama karya musisi Franky Sahilatua.



Seminar Etos di Prosmart (Bagian Pertama)
Selasa (03 April 2012), Jansen Sinamo hadir di Mitra Dago F4 untuk memberikan Seminar Etos kepada para anggota ( member ) Propolis Prosmart. Acara yang berlangsung lebih dari tiga jam ini dihadiri lebih dari 100 orang.
 

Tampil dengan Batik berwarna cokelat, Jansen Sinamo tampak sangat menikmati pernampilan perdanannya di depan para anggota ( member) Propolis Prosmart.
 

Para peserta tampak antusias menyimak Seminar Etos perdana di Propolis Prosmart.
 

Tak ada rotan, akar pun jadi. Walaupun harus duduk di atas tikar, para anggota tetap antusias menyimak tuturan Mister Etos, Jansen Sinamo.
 

Guru Etos Indonesia itupun tak mau kalah dengan antusiasisme para peserta. Walaupun masih sedikit berjalan terpincak akibat penyakit stroke yang menyerangnya beberapa tahun silam, ia pun tampil ekspresif dan enerjik.
 

Serius tapi santai. Acara yang berlangsung lebih dari tiga jam ini tak melulu serius, namun diselingi pula dengan humor-humor segar yang memancing gelak tawa para peserta.
 

Di akhir acara, beberapa peserta pun diberikan kesempatan untuk bertanya kepada Mister Etos, Jansen Sinamo.


Seminar Etos di Prosmart (Bagian Kedua)
Jansen Sinamo, Guru Etos Indonesia kembali hadir di tengah-tengah para anggota Propolis Prosmart, Selasa (01 Mei 2012). Dalam acara yang dihelat di Mitra Dago F4 ini Jansen memperkenalkan Delapan Etos Kerja Profesional.
 

Dalam seminar yang kedua ini, Jansen Sinamo lebih menekankan pada etos kerja yang pertama, yaitu kerja sebagai anugerah.
 

Kali ini Jansen Sinamo tampil lebih kasual di tengah-tengah para anggota
(member) Propolis Prosmart.
 

Jumlah peserta yang hadir sore itu lebih dari 200 orang, meningkat dua kali lipat dibandingkan seminar yang pertama.
 

Para peserta yang tak kebagian kursi dan harus duduk di atas tikar pun tampak antusias mengikuti seminar.
 

Saking penuhnya, para peserta yang tak kebagian tempat duduk pun meluber sampai ke dapur.
 

Peserta yang tak kebagian tempat di lantai bawah pun, harus mengikuti acara dari laintai atas.
 

Pada penghujung acara, para anggota Propolis Prosmart pun berfoto bersama James Lovel Sirait.

ACARA SYUKURAN PROSMART








KUNJUNGAN KE PABRIK TAIWAN









No comments:

Post a Comment